JAKARTA – Majelis Pendidikan Kristen (MPK) di Indonesia menggelar acara tahunan Fellowship Dinner 2026, pada Jumat (24/4). Bertempat di Lune Ballroom, Mövenpick Hotel Jakarta, acara yang berlangsung mulai pukul 18.00 WIB ini menjadi momentum penting bagi para pemangku kepentingan pendidikan Kristen untuk bersatu dan berbagi visi.
Tahun ini, MPK mengusung tema “Fructus In Altum: Berakar dalam Kebaikan, Berbuah bagi Pendidikan.” Tema ini mencerminkan komitmen organisasi untuk membangun fondasi pendidikan yang kokoh di atas nilai-nilai kebajikan demi menghasilkan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan di Indonesia.
Tiga Pilar Transformasi Pendidikan
Acara yang dipandu oleh MC Ammho ini tidak sekadar jamuan makan malam biasa. Di dalamnya, MPK memaparkan tiga agenda strategis yang menjadi fokus utama pengembangan di tahun 2026:
Dalam sesi utama, tiga pilar program MPK dipaparkan dengan mendalam oleh para ahli di bidangnya:
- 1.000 MPK Early Childhood Education (Ibu Ir. Inge Halim): Ibu Inge memaparkan visi 10 tahun untuk membangun 1.000 PAUD berbasis gereja. Program ini merespons kebijakan pemerintah mengenai wajib belajar 13 tahun, dengan target membina lebih dari 30.000 anak melalui model investasi rendah namun berdampak tinggi (low investment, high impact).
- Christian School Transformation (Bapak David Iskandar): Bapak David menyoroti tantangan sekolah Kristen yang memprihatinkan dan menawarkan solusi melalui Paths to School Improvement (PSI). Fokusnya adalah mentransformasi sekolah melalui 7 aspek standar, termasuk kepemimpinan, budaya sekolah, dan formasi kerohanian demi menciptakan sekolah-sekolah percontohan yang unggul.
- Teaching for Transformation (Bapak Juliono Wijaya Pangestu S.T., M.A., M.Pd., M.Th., Konselor): Bapak Juliono menekankan pentingnya metode pengajaran yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi mampu mengubah pola pikir dan karakter siswa sehingga guru menjadi agen transformasi yang nyata di kelas.
Ketua Umum MPK Indonesia, Bapak Handi Irawan D., MBA., M.Com, dalam sesinya mengenai “Spirit of Generosity”, mengajak para tamu untuk melihat dukungan mereka sebagai investasi strategis bagi Kerajaan Allah. Beliau menekankan bahwa hidup tidak diukur dari apa yang dikumpulkan, melainkan dari warisan (legacy) yang ditinggalkan untuk generasi masa depan.
Kebersamaan yang Hangat dan Pesan Firman yang Mentransformasi
Suasana malam tersebut terasa begitu akrab dan penuh sukacita, dihadiri oleh 102 tamu undangan yang terdiri dari komunitas pendidikan, mitra pelayanan, serta para pendukung pendidikan Kristen yang memenuhi ruangan. Acara diawali dengan siraman rohani yang menguatkan spiritualitas hadirin melalui pembacaan Firman Tuhan oleh Pdt. Fu Kwet Khiong, M.A. Mengambil landasan dari Yohanes 15:5, beliau menekankan bahwa krisis utama pendidikan saat ini bukan sekadar masalah fasilitas, melainkan sebuah “krisis fondasi.” Beliau menegaskan bahwa pendidikan Kristen sejati adalah pembentukan hidup (formation of life) yang berakar kuat pada Kristus untuk menghasilkan dampak yang berlipat ganda lintas generasi.
Untuk memeriahkan suasana setelah pesan yang mendalam tersebut, deretan penyanyi papan atas seperti Tina Huang, Herlin Pirena, dan Alena Wu tampil menghibur tamu undangan. Lantunan lagu-lagu inspiratif yang mereka bawakan semakin menambah kehangatan dan semangat kebersamaan di sepanjang acara.
Membangun Sinergi Berkelanjutan
Melalui Fellowship Dinner ini, MPK berharap dapat mempererat kolaborasi, khususnya dengan komunitas pendidikan Kristen (PMKW) dan para mitra. Tujuannya jelas: menciptakan sistem pendidikan yang berdampak luas dan berkelanjutan bagi bangsa.
Selain menjadi ajang silaturahmi, acara ini juga berfungsi sebagai platform penggalangan dukungan. Dengan semangat “Fructus in Altum,” MPK mengajak lebih banyak pihak untuk tergerak mengambil bagian dalam mendukung dunia pendidikan dan menanamkan harapan baru bagi masa depan generasi muda.
Ungkapan terima kasih yang tulus disampaikan oleh Bapak Denny Widya, S.E., CBC selaku Ketua Panitia atas kehadiran para tamu undangan, yang menurutnya merupakan wujud nyata dukungan hati demi masa depan pendidikan Kristen yang lebih baik.
Rangkaian acara ditutup dengan doa dan harapan besar oleh Bapak Peter Hidayat, BSc., M.Min., menandai berakhirnya malam yang penuh inspirasi dan komitmen bersama untuk transformasi pendidikan Kristen di Indonesia.

