

NIAS, 2–6 Maret 2026 – Banyak tenaga pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di berbagai daerah terpencil yang telah lama mengajar, bahkan hingga bertahun-tahun. Namun, masih cukup banyak di antara mereka yang belum memiliki kualifikasi akademik S1 PAUD.
Sebagai bagian dari upaya menjawab kebutuhan tersebut, Majelis Pendidikan Kristen di Indonesia (MPK Indonesia) menyelenggarakan Diklat Berjenjang Tingkat Dasar di Fodo, Nias, pada 2 hingga 6 Maret 2026. Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi MPK Indonesia bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen), Cahaya Bagi Negeri, dan Obor Berkat Indonesia.
Melalui pelatihan ini, para guru diperlengkapi untuk memperkuat kompetensi mereka dalam membangun fondasi pendidikan anak usia dini yang berkualitas. Upaya ini juga sejalan dengan visi MPK Indonesia dalam mempercepat transformasi sekolah, yang dimulai dari guru yang terus belajar dan mengembangkan diri.
Menariknya, manfaat kegiatan ini tidak hanya berhenti pada pengetahuan dan keterampilan baru yang diperoleh selama pelatihan. Diklat Berjenjang Tingkat Dasar juga membuka peluang peningkatan kualifikasi akademik melalui mekanisme Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Melalui program ini, pengalaman mengajar serta pelatihan yang telah diikuti para guru dapat diakui sebagai kredit akademik. Dengan demikian, sertifikat yang diperoleh dari diklat ini dapat dikonversi menjadi Satuan Kredit Semester (SKS) ketika para pendidik melanjutkan studi S1 PAUD melalui jalur RPL.
Bagi banyak peserta, kesempatan ini menjadi harapan baru untuk melanjutkan pendidikan. Sebagian besar dari mereka telah lama mengajar di PAUD dengan latar belakang pendidikan yang beragam, mulai dari lulusan SMA hingga sarjana dari bidang lain seperti teologi.
Salah seorang peserta mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan tersebut.
“Selama ini kami sudah lama mengajar, tetapi banyak dari kami belum memiliki S1 PAUD. Dengan adanya diklat ini dan informasi tentang RPL, kami melihat ada harapan untuk bisa melanjutkan studi dengan lebih mudah,” ujarnya.
Dengan adanya kesempatan ini, proses belajar para guru tidak berhenti di ruang pelatihan saja, tetapi dapat menjadi langkah nyata menuju peningkatan kualifikasi akademik sekaligus penguatan kualitas pendidikan anak usia dini.
Melalui peningkatan kompetensi dan kualifikasi para pendidik, kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam mempercepat transformasi sekolah, dimulai dari penguatan kapasitas guru sebagai fondasi utama pendidikan.

