MPK Indonesia
GRACE OPE
Menu

Pembahasan PKS antara Undhira dengan MPKW Bali/NTB

IT MPK Indonesia3 April 2024Kerjasama
Pembahasan PKS antara Undhira dengan MPKW Bali/NTB

PembahasanPKSantaraUndhiradenganMPKWBaliNTB5
previous arrow
next arrow

Senin, 1 April 2024, Majelis Pendidikan Kristen Wilayah Bali-NTB (MPKW Bali-NTB) dan Universitas Dhyana Pura (Undhira) mengadakan pertemuan di Gedung C Universitas Dhyana Pura. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) antara Yayasan Dhyana Pura dengan Majelis Pendidikan Kristen Wilayah (MPKW) Bali-NTB yang membahas mengenai Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara kedua belah pihak.

MPKW Bali-NTB, yang diwakili oleh Ketua Pdt. Dr. I Made Petrus, S.Th, M.Min. CLC., Sekretaris Dra. Joelia Soemarwati, M.M., Ketua Bidang 1 Vonny A. Susanta, S.Pd., M.Pd.K., anggota Bidang 1 Edwin, M.Pd., M.Pd.K., dan Ketua Bidang 4 Liem Hauw S.T., bertemu dengan pihak Universitas Dhyana Pura yang dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci, termasuk Rektor Prof. Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, S.E., M.M.A., M.A., Wakil Rektor 1, Wakil Rektor 2, Wakil Rektor 3, Dekan FBPPH, Dekan FKS, Dekan FTI, Kaprodi PAUD, Kaprodi PKK, Sekretariat, Humas

Pertemuan ini menjadi platform untuk saling bertukar pandangan dan menyatukan visi antara kedua belah pihak, sehingga kerjasama yang terjalin nantinya dapat memberikan dampak yang signifikan bagi perkembangan pendidikan Kristen di wilayah Bali-NTB.

Kedua belah pihak berkomitmen untuk terus berkomunikasi dan mengembangkan kerjasama ini lebih lanjut dalam rangka mencapai tujuan bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan Kristen di Indonesia, khususnya di wilayah Bali-NTB.

Melalui langkah-langkah yang diambil dalam pertemuan ini, diharapkan kerjasama antara Universitas Dhyana Pura dan MPKW Bali-NTB akan menjadi contoh dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Bagikan Artikel

Bantuan MPK

AI Assistant
Privasi: Chatbot ini dijawab oleh AI, bukan staf MPK, melalui layanan pihak ketiga (OpenRouter) yang dapat berada di luar Indonesia dan dapat menyimpan isi percakapan. Jangan masukkan informasi sensitif seperti NIK/KTP, password/OTP, data rekening atau kartu, maupun data kesehatan. Jawaban AI bisa keliru. Kebijakan Privasi
0/500

Dijawab AI • Jangan bagikan informasi sensitif • Kebijakan Privasi