MPK Indonesia
GRACE OPE
Menu

The Ichthys Code: Saat 300 Kepala Sekolah Kristen Belajar Berbicara dengan Tujuan

IT MPK Indonesia1 Mei 2026Artikel
The Ichthys Code: Saat 300 Kepala Sekolah Kristen Belajar Berbicara dengan Tujuan

Ditulis oleh Tim Redaksi MPK Indonesia

Ada yang menarik dari data evaluasi training yang kami terima sesaat setelah sesi berakhir. Dari lebih dari 140 kepala sekolah dan wakil kepala sekolah yang mengisi kuesioner, satu kalimat ini muncul berulang-ulang dalam berbagai versi:

“Saya baru sadar bahwa berbicara adalah bagian dari panggilan saya sebagai pemimpin Kristen.”

Kalimat itu bukan sekadar jawaban evaluasi. Kalimat itu adalah pengakuan. Pengakuan bahwa selama ini, banyak pemimpin di sekolah Kristen Indonesia berbicara tanpa struktur yang jelas — bukan karena tidak kompeten, tetapi karena tidak ada yang pernah mengajarkan caranya secara sistematis.

Itulah yang ingin diubah oleh Majelis Pendidikan Kristen (MPK) Indonesia melalui training Christian Public Speaking: The Ichthys Code yang diselenggarakan pada 30 April 2026, pukul 14.00–16.00 WIB, secara daring via Zoom. Training ini diikuti oleh lebih dari *300 kepala sekolah dan wakil kepala sekolah Kristen dari seluruh Indonesia, dengan pemateri *Dedy Budiman, M.Pd — trainer nasional, pengurus MPK, dan penulis buku The Ichthys Code.

Mengapa MPK Mengadakan Training Ini?

Training The Ichthys Code bukan program yang berdiri sendiri. Ini adalah bagian dari rangkaian program Kompetisi Christian Public Speaking untuk Kepala Sekolah yang diinisiasi MPK sebagai upaya nyata meningkatkan kompetensi kepemimpinan di sekolah-sekolah Kristen Indonesia.

MPK menyadari bahwa kepala sekolah adalah komunikator by default. Setiap hari, mereka berbicara di rapat guru, di hadapan orang tua murid, di forum yayasan, dalam ibadah sekolah, saat open house, bahkan saat pembinaan siswa. Setiap momen adalah kesempatan untuk mempengaruhi — atau justru kehilangan kepercayaan pendengar.

Namun keterampilan berbicara di depan umum jarang dilatih secara formal. Training ini hadir untuk mengisi kekosongan tersebut — dengan pendekatan yang berakar pada iman Kristiani.

Apa Itu The Ichthys Code?

The Ichthys Code adalah kerangka komunikasi berbasis nilai Kristiani yang dikembangkan oleh Dedy Budiman, M.Pd dan dibukukan dalam buku dengan judul yang sama. Nama “Ichthys” diambil dari simbol ikan (ΙΧΘΥΣ) — lambang iman Kristen mula-mula — yang ternyata sempurna menggambarkan anatomi komunikasi yang efektif.

Strukturnya terdiri dari empat bagian:

  • Kepala — tujuan berbicara yang jelas sebelum membuka mulut
  • Badan — memahami dan menyentuh kebutuhan pendengar
  • Sirip — menyampaikan solusi secara jernih dan dapat dijalankan
  • Ekor — menutup dengan ajakan bertindak (CTA) yang tegas

Empat bagian yang mengalir, saling menopang, dan memberi arah — persis seperti seekor ikan yang bergerak dengan tujuan.

Apa yang Dirasakan 140+ Pemimpin Sekolah dari Seluruh Indonesia?

Dari 300 lebih peserta yang hadir, lebih dari 140 mengisi formulir evaluasi. Data yang masuk berbicara dengan lantang.

Ringkasan temuan kunci:

  • Hampir seluruh peserta memberi skor 4–5 dari 5 untuk relevansi materi dengan peran mereka sebagai kepala sekolah atau wakil kepala sekolah
  • Mayoritas peserta menyatakan struktur Kepala–Badan–Sirip–Ekor mudah diingat dan praktis digunakan
  • Tiga elemen yang paling sering disebut sebagai paling bermanfaat: teknik opening/pembukaan, cara menyentuh kebutuhan pendengar, dan cara closing dengan ajakan tindakan
  • Hampir semua peserta memberi skor 5 dari 5 untuk pernyataan “Saya merasa terinspirasi dan terdorong untuk mempraktikkan materi ini”
  • Lebih dari 90% peserta menyatakan bersedia merekomendasikan training ini kepada rekan kepala sekolah Kristen lain

Beberapa suara dari peserta yang paling berkesan:

“Training ini mengingatkan saya pada Amsal 24:6 — ketika segala sesuatu dipersiapkan dengan perencanaan yang matang, maka akan sangat mudah berjalan menuju tujuan.”
— Kepala Sekolah TK, Tulungagung

“Saya tidak sabar untuk mempraktikkannya.”
— Kepala Sekolah SMA, Timika

“Saya merasa kemampuan public speaking sangat mungkin saya miliki jika saya terus berusaha.”
— Kepala Sekolah SMA, Jakarta

Di Mana Para Pemimpin Sekolah Paling Ingin Menerapkan The Ichthys Code?

Data evaluasi menunjukkan bahwa peserta melihat penerapan The Ichthys Code di hampir semua konteks komunikasi kepemimpinan sekolah. Lima situasi teratas yang paling sering disebut:

  1. Pertemuan orang tua murid — disebut hampir semua peserta sebagai situasi pertama yang ingin mereka ubah
  2. Rapat guru — momen di mana kepala sekolah paling sering kehilangan perhatian audiensnya
  3. Presentasi program sekolah — kepada yayasan maupun publik
  4. Ibadah/renungan sekolah — momen spiritual yang membutuhkan penyampaian yang menyentuh
  5. Open house/promosi sekolah — di mana kemampuan closing sangat menentukan

Ini adalah peta kebutuhan nyata dari ratusan pemimpin sekolah Kristen Indonesia. Mereka tidak kekurangan isi — mereka kekurangan struktur. Dan itulah tepat yang The Ichthys Code berikan.

Satu Hal Konkret yang Ingin Segera Dipraktikkan

Pertanyaan paling menarik dalam kuesioner adalah: “Satu hal konkret yang ingin saya praktikkan setelah training ini adalah…”

Jawabannya jujur dan beragam:

  • “Menyusun setiap penyampaian dengan struktur yang jelas sebelum berbicara”
  • “Memastikan ada CTA di setiap presentasi”
  • “Membuka rapat guru dengan teknik pembukaan yang menggugah”
  • “Mempersiapkan struktur tertulis setiap kali ada kesempatan public speaking”
  • “Rekam diri sendiri saat berbicara 1–2 menit lalu evaluasi”
  • “Menerapkan prinsip The Ichthys Code saat memimpin rapat dewan guru yang menginspirasi”

Jawaban-jawaban ini mencerminkan perubahan nyata — bukan sekadar “termotivasi”, tetapi sudah memiliki action item yang spesifik. Dan itulah tanda bahwa training benar-benar menyentuh lapisan perilaku, bukan hanya pengetahuan.

Masukan Konstruktif dari Peserta

Kami menerima masukan yang jujur dan kami menyambutnya dengan tangan terbuka. Tiga masukan yang paling sering muncul:

  1. Durasi perlu ditambah — banyak peserta merasa 2 jam terlalu singkat untuk materi yang padat. Beberapa menyebut kecepatan penyampaian terlalu cepat dan pergantian slide yang terlalu cepat.
  2. Lebih banyak praktik langsung — peserta ingin simulasi nyata, bukan hanya teori dan contoh. Format offline/tatap muka dinilai akan jauh lebih optimal untuk latihan langsung.
  3. Sesi lanjutan — beberapa peserta mengusulkan program training berseri dengan format workshop, bukan hanya webinar tunggal.

Masukan ini menjadi bahan evaluasi kami untuk program-program MPK ke depan. Training terbaik bukan yang tidak mendapat kritik — tetapi yang merespons kritik dengan serius.

Refleksi: Ketika Berbicara Menjadi Panggilan

Di antara semua data evaluasi yang kami terima, satu respons dari Kepala Sekolah SDK di Pontianak ini sangat membekas:

“Training ini membuat saya lebih terarah, percaya diri, dan mampu menyampaikan pesan secara jelas serta menggerakkan pendengar — sekaligus menyadarkan saya bahwa komunikasi adalah bagian dari panggilan sebagai pemimpin Kristen.”

Ini adalah inti dari The Ichthys Code. Bukan sekadar teknik berbicara. Bukan sekadar struktur presentasi. Ini tentang kesadaran bahwa setiap kata yang keluar dari mulut seorang pemimpin Kristen adalah tanggung jawab iman — dan karenanya layak dipersiapkan dengan sungguh-sungguh.

MPK berterima kasih kepada Bapak Dedy Budiman, M.Pd yang telah memfasilitasi training ini dengan penuh semangat, dan kepada lebih dari 300 kepala sekolah dan wakil kepala sekolah dari seluruh penjuru Indonesia yang hadir dan bersemangat belajar.

Perjalanan menjadi komunikator yang lebih baik dimulai dari satu langkah sederhana: memiliki tujuan yang jelas sebelum Anda membuka mulut.

Untuk informasi lebih lanjut tentang program pelatihan dan kompetisi MPK Indonesia, silakan hubungi sekretariat MPK atau kunjungi website resmi kami.

Bagikan Artikel

Bantuan MPK

AI Assistant

Powered by AI • Dukungan Dwi Bahasa